Pertanyaan ini sebenarnya adalah tantangan bagi kita menyikapi era baru yaitu era internet yang tanpa batas. Kita semua harus mulai membiasakan diri dengan semua ini. Kita tidak bisa mengelak dari kemajuan zaman dan dari keharusan bermain insting bila menghadapi kelompok demografi yang tanpa batas, yakni puluhan juta elite digital yang hidup di garis depan budaya generasi baru. Generasi yang tersebar di seluruh dunia yang dengan cepat mengetahui apa yang tengah terjadi di dunia ini dengan media internet.
Munculnya jejaring sosial virtual yang semakin matang dan fasilitas lain di dunia virtual, antara lain seperti : Friendster, Facebook, My Space, Flickr, You Tube, Blog, Skype, instant messaging, dan lain-lain secara langsung akan mendorong kelompok-kelompok untuk saling berbagi ide, informasi, lifestyle, serta secara langsung dan luar biasa cepat yang akan mendorong tingkat permintaan terhadap produk-produk dan jasa seperti alat elektronik, makanan, hiburan, dan bahkan fashion. Ini adalah wadah virtual. Ketika populasi generasi baru ini tumbuh menjadi besar, maka wadah ini akan membengkak dan akan sangat mengejutkan trend dunia.
Saat ini, kita berada di persimpangan yang “sibuk”, ketika globalisasi bertemu dengan generasi ke-2 (atau sering disebut Web 2.0). Banyak pakem telah bergeser, dunia virtual tengah membuka cakrawala baru dalam berbisnis, milyarder tidak lagi di dominasi oleh orang-orang tua ataupun pemain lama tetapi (sangat mungkin) oleh sekumpulan anak muda generasi ke-2. Ini tidak hanya memunculkan tantangan terhadap cara-cara lama dalam berbisnis. Tetapi juga membuka peluang untuk mendapatkan kekuatan atau gelombang yang lebih besar asalkan dapat menawarkan sebuah inovasi dan solusi yang tepat.
Best,
Mahadaya
Pembelajar Dunia Maya
www.mulaibisnis.com


0 comments:
Post a Comment